Popular Post

Apa itu DKV ?

By : Hilman Ahdi Bhaskara

DKV?? Apaan itu?

Waktu mau lulus SMA dan mau milih untuk kuliah di jurusan apa, biasanya itu jadi titik paling galau di kehidupan anak SMA. Awalnya juga bingung mau masuk jurusan apa, karena takut ini itu dan sebagainya. Ceritanya panjang, kapan - kapan dibahas lah :v. Singkat cerita, akhirnya milih DKV !! nah apa itu?

Tetangga : Ngambil jurusan apa mas?
Penulis : DKV, tante
Tetangga : oh, iya iya..
(diem agak lama)
DKV itu apa ya mas?
Penulis : *yaelah

Yah, begitulah kira-kira pandangan msyarakat terhadap DKV, asing dan "tidak menjanjikan". Dan setelah akhirnya benar-benar masuk dan kuliah di jurusan DKV, juga banyak yang nanya lagi. 

Tetangga : Keterima dimana mas?
Penulis : DKV, om
Tetangga : oh, iya iya..
(diem agak lama)
DKV itu apa ya mas?
Penulis : jurusan desain om
Tetangga : oh, iya iya iya..

Yah, sama aja, tetap jadi jurusan yang masih asing di masyarakat. tapi paling nggk, "iya iya"-nya sudah nambah "iya" 1 lagi, dan orang-orang mulai sedikit paham saat bilang kalau DKV itu berhubungan dengan desain. Tapi, desain yang seperti apa sih? banyak loh, desain-desain yang lain seperti desain produk, desain grafis, desain interior, dan lain sebagainya.

Jadi, DKV ini sebenarnya singkatan dari Desain Komunikasi Visual. Namun, kebanyakan civitas akademika di Indonesia, lebih biasa menyebutnya menjadi DKV. Desain Komunikasi Visual sendiri menurut wikipedia merupakan istilah penggambaran untuk proses pengolahan media dalam berkomunikasi mengenai pengungkapan ide atau penyampaian informasi yang bisa terbaca atau terlihat. Desain Komunikasi Visual erat kaitannya dengan penggunaan tanda-tanda (signs), gambar (drawing), lambang dan simbol, ilmu dalam penulisan huruf (tipografi), ilustrasi dan warna yang kesemuanya berkaitan dengan indera penglihatan. 

Proses komunikasi disini melalui eksplorasi ide-ide dengan penambahan gambar baik itu berupa foto, diagram dan lain-lain serta warna selain penggunaan teks sehingga akan menghasilkan efek terhadap pihak yang melihat. Efek yang dihasilkan tergantung dari tujuan yang ingin disampaikan oleh penyampai pesan dan juga kemampuan dari penerima pesan untuk menguraikannya.

Singkatnya, DKV itu membahas segala hal yang berhubungan dengan media komunikasi yang selalu melibatkan visual untuk menyampaikan pesan. Entah itu sebagai sebuah kemasan produk, film, ilustrasi, maupun komik dan teman-temannya (sebenernya sama aja, paling nggk yang ini bahasanya awam lah :D). Prospek kerjanya nanti nggak cuma jadi freelancer atau dosen loh, kalian bisa bekerja di bidang periklanan, film, tv, sebagai team creative, event organizer, komikus, dan masih banyak lainnya.

Di DKV kita bakal belajar terus sama yang namanya gambar, entah itu gambar manual maupun digital. Meskipun nanti ada saatnya kita nggk berhubungan sama gambar dan mulai ngurusin laporan ini itu dalam semester tertentu. Intinya, visual merupakan nafas dari DKV itu.

Mau masuk jurusan DKV??

Yakin mau masuk DKV? Ada beberapa hal yang perlu teman-teman persiapkan sebelum matang-matang milih jurusan ini, apa aja itu?
1. Kalian harus siap-siap terbiasa jadi makhluk nocturnal
Nocturnal?? Kelelawar maksudnya? intinya kalian akan sering mengalami yang namanya begadang. Yah klo gitu semua jurusan juga begadang kali.. Jangan salah, DKV ini "jahat"-nya subhanallah :v... Karena untuk mendesain suatu objek visual itu terkadang nggk bisa diselesaikan dalam waktu yang bisa diperhitungkan, lain hal nya seperti mengerjakan sebuah karya tulis ilmiah ataupun laporan praktikum yang kita bisa perkirakan waktu pengerjaannya kalau kita sudah benar-benar siap dengan buku referensi dsb. Untuk membuat suatu karya visual sering kali kita bakal mengotak-atik hingga menemukan visualisasi yang pas banget baik dari segi komposisi, warna, ranah, style dsb, yang semua itu gak bisa kita prediksi kapan selesainya karena ide untuk kita mendapatkan itu nggk semudah yang kalian bayangkan, cobain deh. Selain itu, proses pengerjaannya juga memakan waktu sehingga kita dipaksa untuk begadang, contohnya kalau sudah ngerjain tugas yang berhubungan dengan craft.
2. DKV ini bukan SENI tapi DESAIN
Namanya juga Desain Komunikasi Visual, ya pasti desain dong ! Lah apa bedanya sama seni?? Singkatnya, kalau seni itu lebih menomor satukan nilai estetika dan ber"faham"  1 karya banyak persepsi, sedangkan desain lebih mengutamakan nilai fungsi atau dengan "faham" 1 persepsi dan bisa terbentuk dari banyak karya. Begitulah kira-kira bagaimana desain ada, yakni untuk tujuan tertentu. Desainer dituntut untuk mampu mengarahkan audience pada tujuan dari visual yang dibuat. Selain itu, output nya pun pasti berbeda, DKV menghasilkan output Desainer, dan bukan Seniman (jelaslah...). Jadi setelah ini, jangan ada yang salah persepsi lagi ya antara seni dan desain..
3.  Menguras cukup banyak duit kamu
Aduh gimana ya bahasnya.. kalau menyinggung masalah uang, pasti jadi hal yang paling sensitif. Tapi memang benar, untuk menyelesaikan banyak tugas kita perlu budget yang nggk sedikit juga (bagi anak kost terutama). Contohnya, seperti biaya print yang nggk sekedar ngeprint ke mas-mas di warnet, anak DKV bakal dituntut untuk ngeprint karya mereka pada percetakan yang memang layak untuk dijadikan sebagai alat mencetak objek visual kita. Kalian akan sering mondar-mandir berhubungan sama yang namanya print lasser maupun indigo dsb. Belum lagi kita kudu, test print dulu, kalau hasil test print nya jelek, kita harus cari percetakan lain dan begitu seterusnya. Selain ngeprint, kita juga dituntut untuk menggunakan jenis kertas yang bervariatif, sampai-sampai ada kertas yang harga perlembarnya aja ngalah-ngalahin ongkos tiket kertea pulang kampung. Rp65 ribu per lembarrr  !! set daaah! dan masih ada lagi yang lebih "jahat".
4.  Akan menjadi diet kamu yang paling manjur (alias gak bisa gemuk)
Tentu saja pengecualian buat temen-temen yang memang dari awal sudah nggk kurus. Tapi, buat kamu yang kurus, jangan harap kamu bisa gendut kalau sudah kuliah di DKV.. yang ada kamu akan menemui yang namanya "kerja rodi" hehehe
5.  Terjebak dalam lingkaran Asistensi yang gak ada habisnya
Kalian emang bakal gambar, dan gambar disini nggak asal gambar kalian bagus dan bisa ok gitu aja. Balik lagi ke persepsi antara desain dan seni tadi, bahwa estetika bukan jadi hal utama dalam desain. Maka proses asistensi harus ada dan benar sampai objek visual yang kita bentuk tadi dapat benar-benar layak sebagai sebuah desain. Kalian harus rajin-rajin asistensi ke dosen, karena tanpa asistensi kalian sama aja seperti gambling.
Akhirnya, kira-kira itu dulu deh, seputar Apa itu DKV, dan untuk dimengerti aja, bagaimana kami para manusia desain ini berjuang mati-matian dan kadang kala ada yang ngomong kalimat "eh, boleh dong aku dibikini gambar kayak gini gratis, kan teman.." untuk kita pahami bersama.. hehehe. Kalau ada waktu, mungkin postingan ini bakal nambah berisi lagi gak kayak gini (asal nulis aja). Semoga teman-teman yang memiliki cita-cita di dunia industri kreatif bisa mengerti dulu gimana sih gambaran singkat tentang dunia yang bakal kalian hadapi nanti. 
Tag : ,

RE:BORN in a "Renaissance"

By : Hilman Ahdi Bhaskara

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakutuh

Ehm,, Dari mana ya mulai nya../? Oke, bukannya mau membuat postingan ini jadi formal kayak undangan nikahan atau undangan sekolahan buat wali murid untuk rapat ngomongin insidental sekolah atau acara perpisahan siswa yang butuh dana, (silahkan ambil napas dulu), tapi akhirnya "assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" jadi kata yang paling teramat penting setidaknya dalam menyapa, actually for me. Ya, memang sebelumnya jarang digunakan di blog ini untuk menciptakan kesan casual. But now, I think there is no reason that made the salaam become a bold-sign to be called something as a formal words. At least, in this post, that beautiful salam will become a perfect words for me to start writing again. (I'm sorry for my english :D)

RE:BORN in a "Renaissance". Apa maksudnya? Lama nggak pernah balik nulis di blog tiba - tiba pasang judul awkward gak jelas. Bukan gak jelas sebenarnya, lebih tepatnya lagi "awam dalam membuat judul" hahaha. Jadi begini maksudnya.. Karena sudah lama nggak pernah aktif di blog ini lagi, akhir - akhir ini mulai kepikiran buat nulis sesuatu dan akhirnya muncul ide "kenapa nggak mulai dari nulis lewat blog?", yaudah kenapa nggak? Kerana itulah, muncul kata REBORN, eh, RE:BORN yang artinya terlahir kembali. Kenapa kok pake "titik dua" gitu? Jawabannya, nggak tau! Kenapa banyak nanya kenapa? (nah loh, bingung kan). Titik dua itu sebenarnya cuma menegaskan RE (kembali) dan BORN (lahir).

Renaissance, mungkin bagi banyak mahasiswa desain, mahasiswa sastra, sejarah dan segelintir orang - orang yang mencitai seni juga sejarah, sudah menjadi istilah yang tidak asing lagi. Yak, Renaissance adalah "kelahiran kembali" untuk bangsa eropa pada masa - masa abad pertengahan. Masa dimana bangsa Eropa dengan kerajaan Romawinya berusaha melepaskan diri dari The Dark Age menuju masa pencerahan setelah mereka menjarah buku - buku, ilmu, dan kesenian yang dimiliki kekhalifahan Islam pada masa kejayaan. Dan singkat cerita kita memang nggak akan membahas sejarah seru itu dulu kali ini, hehe. 

Mengapa "RE:BORN in a Renaissance"? Karena kembalinya menulis lagi inshaAllah bisa menjadi sarana buat kita bersama bareng - bareng membahas ilmu dengan mengasah otak melalui hal - hal verbal, such as menulis dan membaca. Sampai - sampai, membaca ini jadi ayat pertama dalam Al - Quran. Iqro', bacalah. Sejau itu pentingnya membaca. Jadi, terlahir kembali dalam masa pencerahan setidaknya bisa jadi judul yang asik kali ya buat dibaca.. padahal isinya..? ya kalian yang menilai.

Setelah "terlahir kembali" mau ngapain nih?
Pasti cukup annoying juga baca banyak kata "kenapa", "kenapa", dan "mengapa". Banyak banget kata kenapa di atas, atau kalo nggak kenapa ya mengapa (sama aja). Kata tanya yang paling mendasar, dan menurut saya merupakan kata tanya yang harusnya muncul pertama kali setelah kata tanya yang lain.
Nah, pada titik ini kalian pasti juga akan bertanya - tanya "kenapa? kok gitu?" Itulah sifat dasar manusia. Kecenderungan manusia untuk bertanya apa alasan di balik semua ini. Mengapa kita hidup di dunia ini? Dan berbekal kecenderungan itu, kehidupan pun dimulai dengan belajar. Karena dengan jelasnya alasan atas segala sesuatu yang kita perbuat, maka akan menjadikan kita lebih mantap dalam melaksanakannya. Manusia butuh alasan untuk bertindak. Tak satupun hal terjadi, datang ataupun ada karena suatu alasan, wallahu alam. 

Setidaknya topik kembali menulis dengan paragraf yang mengusung "mencari alasan" jadi matching sama judul blog ini ya, "Break The Case". We break the case, of course to find something that causing (alasan) the case, and then find for some solution.

At last but not least, Hi I'm back. #brofist

Tidak ada kata terlambat untuk memulai, sekalipun itu "memulai kembali".

image : http://intisari-online.com//media/images/5181_apakah_itu.jpg
Tag : ,

Menyelaraskan Frekuensi

By : Hilman Ahdi Bhaskara
Tak ubahnya manusia yang selalu bergerak. Hati kecil pun tanpa kita sadari terus bergetar dalam suatu frekuensi tertentu. Pada titik yang selaras maka keseimbangan dan keharmonisan pun dapat tercipta. Hanya bagaimanakah penyelarasannya.



Musim demi musim, tahun demi tahun berganti. Kita masih di situ berkutat pada suatu masalah yang sama. Apa kita masih menjadi pribadi yang terbelah? Kadang riang gembira kadang diliputi kegelisahan, kadang dirundung masalah yang rasanya tiada henti. Hidup memang tidak mudah tetapi sepertinya juga tidak sulit. Buktinya banyak orang yang sukses, ada mereka yang terlihat selalu tersenyum ceria, sangat murah hati seperti tak mengkhawatirkan apa pun. Bisa jadi! Mengapa tidak??

Seperti beberapa minggu yang lalu, saat bapak guru seni budaya menyinggung masalah frekuensi batin. Bahwa untuk menjadi selaras kita perlu menyeimbangkan dan memusatkan setiap frekuensi yang kita miliki dengan apa yang ingin kita tuju. Memang sedikit abstrak bahasa orang seni. Tapi hal ini secara kebetulan kembali ditegaskan oleh bapak guru fisika satu minggu kemudian. Saat membahas materi gelombang, dengan sedikit intermezo tibalah pada frekuensi. Dan ternyata memang benar setiap manusia memiliki frekuensi nya masing - masing yang kebanyakan masih belum selaras dan perlu diselaraskan agar seimbang. Setiap sel yang kita miliki bergetar pada frekuensi tertentu. Saat frekuensi ini mulai selaras pada kondisi tertentu, maka getaran tiap sel yang berbeda perlahan akan memutar balikkan kemudinya, entah sekeras apapun, dengan goncangan - goncangan, sehingga bisa sama dengan yang lain.

Mungkin kita tak pernah tahu atau menyadari di balik senyum ceria mereka, yang selalu terlihat bahagia tanpa resah dan duka. Masalah pasti selalu ada pada tiap individu, bahkan pada mereka yang hari ini terlihat gembira dengan segala tawa tulusnya. Seperti saat meminum kopi, yang kita lihat adalah mendapatkan manfaat dan khasiatnya tapi pasti kafein juga ikut terminum. Semuanya selalu berkaitan dan tidak bisa lepas antara satu dengan yang lain; masalah pribadi; tugas - tugas; dan rasa sakit hati. Jadi mengapa kita harus terlihat sedih seperti kopi yang dilihat merugikan dengan kafein dan mengesampingkan khasiatnya? Mengapa tak menjadi kopi yang memiliki banyak manfaat dan khasiat namun memang tidak bisa lepas dari kafein?

Satu hal yang pasti, hidup kita dibatasi oleh waktu. Mau tidak mau  malaikat maut telah menunggu kita di ujung umur. Mau tidak mau waktu dengan segala keterbatasannya harus terus maju tanpa menghiraukan apa dan siapa pun. Persahabatan, persaudaraan dan pertemanan yang selama ini telah diantar waktu, tak terasa mungkin telah pada frekuensi yang ingin 'menyelaraskan diri'. Tak jarang dan pasti dalam penyelarasannya ini terjadi perubahan getaran sehingga menyebabkan 'goncangan - goncangan'. Hati kecil ini terkadang terasa tersayat atas kesalahpahaman dan salah ucap dari setiap kedekatan yang kita miliki. Permasalahan berupa goncangan ini memang harus kita lalui. Anggap saja seperti badai yang akan menghatarkan kita pada langit yang cerah usainya. Selaraskan frekuensi itu dimulai dari diri ini dahulu. Apa salahnya meminta maaf terlebih dahulu? Maaf mungkin adalah suatu 'kebaikan' yang sulit terucap. Namun jangan khawatir, pastilah kebaikan akan menerima 'kebaikan' yang tulus. Ada proses yang harus kita lalui dalam mencapai keseimbangan dan keharmonisan.

Hati kita semua mulai bergetar, menyelaras frekuensi kekeluargaan dengan goncangan - goncangan 'kecil' dalam prosesnya. Hantarkanlah goncangan ini pada getaran yang seimbang. Waktu tak seangkuh yang kita pikirkan, tanpa kita sadari ia selalu berusaha mengajarkan kedewasaan bagi setiap kita yang selalu tak bisa mendengarkannya berbicara.

Semoga pesan waktu pada kita semua tersampaikan :)


Tak Selamanya Bulan Berbentuk Purnama

By : Hilman Ahdi Bhaskara
Kita sering menghayal, hidup enak dan serba tercukupi. Bahagia jasmani dan rohani, disegani, dihormati, punya ini itu. Namun pada kenyataannya, tidak mudah merealisasikan itu semua sekaligus. Bisa saja seseorang hidup bergelimang harta, tetapi bertahun - tahun bergelut dengan penyakit yang tidak kunjung sembuh hingga kelebihan harta yang ia miliki tak dapat dinikmati. Atau, mungkin di antara kita semua bisa dikatakan cukup dalam kebahagiaan tetapi muncul kembali dilema hidup yang ingin lebih dan selalu ingin menjadi lebih baik. Itulah hidup, segala sesuatu yang terjadi mempunyai kelebihan dan kekurangan masing - masing. Semua itu terkadang secara tidak sadar seakan membuat kita untuk berkata "Tidak ada yang sempurna di dunia ini." Benarkah tidak ada yang sempurna? Mengapa Tuhan menciptakan dunia dalam keadaan tidak sempurna?



Betapa indah bulan berbentuk bulat penuh. Memancar terang indah, di antara awan dan langit malam. Warnanya putih lembut tak seperti matahari, kontras dengan gelapnya langit malam. Namun warna hitam gelap itu tidak sepenuhnya hitam. Saat cerah, akan terlihat miliyaran bintik bintang - bintang yang berkelap - kelip. Layaknya senja, dalam hati tertegun "Betapa indahnya ciptaan Tuhan ini...". Oleh karena itulah, banyak orang memuji keindahan bulan dalam bentuknya yang bulat penuh. Namun, apakah bulan tampil di mata kita hanya dalam bentuk bulat penuhnya? Sayangnya tidak, ia harus melewati siklus satu revolusi bulan untuk kembali menjadi bulan purnama.

Bisa dibilang, dilematis. Saat bulan tak selalu terlihat sama di mata kita. Apa yang ingin kita lihat, apa yang selalu kita harapkan sayangnya tidak selalu berjalan demikian. Memang benar apa yang kita pikirkan adalah apa yang kita dapatkan. Namun apakah arus revolusi dunia ini sering kali bisa kita kendalikan seperti apa yang kita pikirkan agar apa yang kita dapatkan bisa sesuai? Kita mungkin sedang dalam masa terombang ambing dalam arus laut lepas, arus yang benar - benar deras, dan hanya dengan bulan sebagai penunjuk arahnya. Arah yang selalu berubah bentuk dalam tiga puluh hari. Dan mulai menyadari, ada bentuk indah lain dari rembulan yang baru kita lihat.

Kita sering mengeluhkan situasi yang tidak kita sukai, tentang warna gelap yang diimajinasikan sebagai sebuah kesedihan, kekelaman, kegalauan dan dilema. Kita anggap hidup tidak pernah sempurna dan terkadang membingungkan sebab selalu ada saja kegagalan dan rintangan yang menghadang. Kita anggap saja ini sebagai bendungan untuk menciptakan kesenangan hidup. Kita anggap itu sebagai kerkil tajam yang menghambat perjalanan langkah kaki kita.

Namun, bagaimana seandainya bila kita terus menerus merasa senang tanpa sekalipun merasa sedih? Apakah kita masih dapat menyebut perasaan sukacita sebagai suatu kegembiraan dan kecintaan? Apakah kita masih mampu merasakan kegembiraan dan cinta tanpa pernah mencicipi perihnya luka dan masamnya dilema? Kegagalan dan keberhasilan; kesedihan dan kegembiraan; yakin dan dilema; tangis dan tawa adalah sesuatu yang saling melengkapi dan mengisi seperti laki - laki dan perempuan, siang dan malam, bumi dan langit. Tanpa kehadiran kesedihan kita tidak pernah merasakan kesenangan; tanpa pernah terlarut dalam air mata kita tidak dapat menikmati hangatnya tawa di antara persahabatan.

Begitulah hidup, Tuhan telah menciptakan alam semesta beserta isinya dalam keadaan yang benar - benar sempurna pada kadarnya. Bulan harus melewati waktu kurang lebih tiga puluh hari untuk dapat kembali berbentuk purnama. Untuk malam sekarang mungkin bulan tampil sabit, tapi tak apa, terkadang tak harus bulat untuk menjadi indah. Dan jangan khawatir karena bulan pasti akan kembali tampil bulat. Sama halnya dengan hidup, mungkin hari ini kita sedang dilanda beratnya musibah atau dilema, tapi tak apa dan nikmati saja indahnya, bukan berarti keadaan akan tetap sama. Di kemudian hari, kita semua pasti akan merasakan kegembiraan :)


Biarkan arus dunia membawa, saat mulai deras maka menepilah. Menepilah dan temani rembulan yang indah, tak selamanya kita harus terlarut dalam arus. Amati bebasnya cahaya malam ditengah gelap langit. Dan sadari, bulan pun dilema, tak selalu berbentuk sama, namun tetap dalam satu keindahan Yang Maha Kuasa. Semoga jalan kita masih panjang, untuk melihat dan belajar dari semua bentuk yang ada kemudian kembali pada satu titik yang sempurna.
                                                                                             untuk teman temanku yang tercinta..                                                                           

Tribute to R.A. Kosasih (Bapak Komik Indonesia)

By : Hilman Ahdi Bhaskara
Mungkin memang sedikit sepele di Indonesia ini kalo kita membahas salah satu sektor ekonomi kreatif, yaitu komik. Memang sedikit tidak dihiraukan, tetapi satu dekade ini, komik Indonesia berasa kembali hidup dan bangkit.Tentu semua ini tidak lepas dari pengaruh sosok inspiratif dari para komikus Indonesia yang ada saat ini sekaligus sebagai Bapak Komik Indonesia yaitu Raden Ahmad Kosasih.'


 
R.A. Kosasih dilahirkan pada tahun 1919 di Bogor, Jawa Barat. Kosasih adalah seorang penulis dan penggambar komik yang paling terkenal. Dia dijuluki sebagai Bapak Komik Indonesia.  Karya-karyanya berhubungan dengan kesusastraan Hindu (Ramayana dan Mahabharata) dan sastra tradisional Indonesia, terutama dari sastra Jawa dan Sunda. Sebagian karyanya adalah komik silat yang memiliki pengaruh Tionghoa.  Kosasih mulai menggambar pada tahun 1953. Dia mulai berhenti karena mengalami tremor, gangguan pada syaraf sehingga tubuhnya tak bisa lagi menggambar komik pada tahun 1993. Kosasih wafat Selasa (24/7/2012) di umur 93 tahun, pukul 01.00 WIB.  

Nah, entah kenapa tadi saya sedikit mengingat - ingat karya R.A. Kosasih yang dulu menjadi bacaan - bacaan favorit alm. nenek saya (Ramayana dan seri Mahabharata), juga pastinya komik - komik bacaan era orang tua kita, yang ternyata esok adalah tepat 2 tahun wafatnya sang maestro komik Indonesia ini. Kebetulan banget! Jadi, berasa tergerak buat nulis artikel ini, paling nggk sebagai tribute buat sang inspirator kita yang satu ini. *halahhalah

Jika kita melihat karya - karya Bapak Komik Indonesia ini, sedikitnya ada empat karya yang fenomenal. Bahkan karya-karya tersebut menjadi favorit pembaca sejak dulu hingga kini. Ayo coba kita review sedikit tentang komik - komiknya....

                                                                                                                                                              

1. Sri Asih



Pertama, yaitu Sri Asih, ini adalah karya pertama Kosasih yang bertema superhero. Komik ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1954 oleh Penerbit Melodie. Ceritanya, ada tokoh bernama Nani, seorang gadis lugu yang apabila dia mengucapkan kata sakti "Dewi Asih" maka ia akan berubah menjadi pahlawan super wanita yang bisa terbang, kebal, berkekuatan super, bisa menggandakan diri, dan memperbesar tubuhnya. Kisah-kisah Sri Asih tidak hanya berlokasi di Indonesia tapi juga sampai ke Singapura dan Macao.

                                                                                                                                                              

2. Siti Gahara



Nah klo untuk yang satu ini saya belum terlalu tahu juga, jadi yuk kita lihat apa kata detik news xp.. 

Siti Gahara juga komik yang bertema superhero. Menurut Iwan Gunawan, ini adalah komik kedua karya Kosasih. Ceritanya mengambil latar belakang Timur Tengah. Mirip dengan kisah 1001 malam.

Sosok Gahara adalah plesetan dari Sahara, ratu Kerajaan Turkana yang berpakaian Timur Tengah. Kostumnya, dengan perut terbuka, lengan baju sebatas siku, dan bercelana panjang. Keheroan perempuan ini, bisa terbang dan jago berkelahi. Musuh bebuyutannya, nenek sihir. 

                                                                                                                                                               

3. Ramayana



Ramayana adalah sebuah cerita epos dari India tentang Sang Rama yang memerintah di Kerajaan Kosala, di sebelah utara Sungai Gangga, ibukota Ayodhya. Kisah ini bercerita soal pertarungannya dengan kaum raksasa dan kisah cinta dengan Dewi Sinta.

Kisah ini kemudian dibuat dalam bentuk komik oleh Kosasih. Idenya muncul dari bacaan Bhagawat Gita terjemahan Balai Pusaka.

Hasil penjualan komik ini luar biasa. Bersama Mahabharata, angka penjualannya mencapat 30 ribu eksemplar. Tiras paling besar sepanjang sejarah komik Indonesia.

                                                                                                                                                               

4. Mahabharata



Mahabharata adalah sebuah karya sastra kuno yang konon ditulis oleh Begawan Byasa atau Vyasa dari India. Buku ini terdiri dari delapan belas kitab, maka dinamakan Astadasaparwa  (asta = 8, dasa = 10, parwa = kitab). Namun, ada pula yang meyakini bahwa kisah ini sesungguhnya merupakan kumpulan dari banyak cerita yang semula terpencar-pencar, yang dikumpulkan semenjak abad ke-4 sebelum Masehi.

Secara singkat, Mahabharata menceritakan kisah konflik para Pandawa lima dengan saudara sepupu mereka sang seratus Kurawa, mengenai sengketa hak pemerintahan tanah negara Astina. Puncaknya adalah perang Bharatayudha di medan Kurusetra dan pertempuran berlangsung selama delapan belas hari.

Karya ini melambungkan nama Kosasih, namun yang lebih penting lagi, komik Mahabharata berhasil memperkenalkan kisah itu kepada generasi baru, yakni anak-anak dan remaja perkotaan yang jarang nonton
wayang kulit atau wayang orang. Bagi mereka, komik Kosasih adalah referensi awal ke kisah klasik asal India itu.

Meski nggk ada catatan pasti berapa jumlah komik Mahabharata yang berhasil terjual, Kosasih ingat bahwa Mahabharata dan Ramayana adalah dua karya yang kemudian berhasil membuatnya membeli rumah.

Kesuksesan sebagai komikus jualah yang membuat Kosasih berani berhenti dari pekerjaannya sebagai PNS dan total menggambar. Tapi nggk sia - sia, justru dari sini beliau bisa membeli rumah.

Eh iya, tadi juga nemu beberapa karya Mahabharata nya di rawerontek blogspot.

                                                                                                                                                              

Nah, pastinya karya - karya perintis yang membangkitkan kreativitas remaja umumnya ini sangat menginspirasi sekaligus menyemangati bibit - bibit komikus negeri ini dalam berkarya dan terus berkarya. Terakhir, terima kasih banyak untuk Raden Ahmad Kosasih atas semua semangat dan karya - karya beliau. Kita semua nggk akan berhenti berkarya sampai nanti.

Inspirasi dan semangat mungkin memang jarang sekali datang dengan sendirinya, tapi itu semua salah. Kita sendiri lah yang sebenarnya menentukan, karena sejatinya hidup itu pilihan.


sumber :
- http://news.detik.com/read/2012/07/24/123734/1973294/10/3/4-karya-fenomenal-bapak-komik-indonesia-ra-kosasih#bigpic
- http://rawerontek.blogspot.com/2010/02/download-komik-wayang-ra-kosasih.html
- http://id.wikipedia.org/wiki/Raden_Ahmad_Kosasih

Studio Ghibli (Maestro Film Animasi Dunia)

By : Hilman Ahdi Bhaskara


Tidak salah kalau Studio Ghibli disebut sebagai salah satu studio film animasi yang teratas di jajaran dunia. Bahkan dapat disandingkan sejajar dengan Disney,*disney-nya Jepang lah*. Meskipun secara grafis belum dapat sebaik Disney, tp ciri khas nya dengan gambar anime-style dan background tempat yang selalu membuat kita merasa fresh dan berasa nostalgia masa kecil, sangat hebat dalam pencitraannya. Selain itu ciri khas utamanya yang selalu mengangkat dan mengedepankan "pesan moral" yang menyentuh, kesederhanaan yang idealis, dan menghangatkan hati *ceile*. Setiap menonton film animasi Ghibli, senyum manis penuh kejujuran akan selalu terhiasi di pipi yang menggambarkan entah rasa haru, bahagia, dan nostalgia, seakan membuat kita lebih berani dan kuat dalam menghadapi realitas hidup. Menurut saya, Studio Ghibli adalah bagian sejarah yang akan terus melangkah untuk menciptakan masa depan yang lebih baik tanpa melupakan ikatannya dengan masa lalu yang erat dengan nilai moral, yang tidak hanya romantis tapi juga penting.



Studio Ghibli didirikan pada tahun 1985. Studio animasi ini berdiri diawali dengan deproduksinya animasi dari  Nausicaä of the Valley of Wind (風の谷のナウシカKaze no tani no Naushika) berawal pada tahun 1983, yang mulanya merupakan manga ber-seri terbitan Tokuma Shoten. Tokuma sendiri merupakan induk industri dari Studio Ghibli. Nama Studio Ghibli sendiri (スタジオジブリ) berasal dari nama panggilan orang Italia untuk menyebut pesawat - pesawat pengincar Sahara pada Perang Dunia ke II, dimana artinya adalah angin panas yang bertiup menyusuri Gurun Sahara (Sirroco). Namun sebenarnya nama 'Ghibli' berasal dari bahasa Arab yaitu qibli (قبلي) yang secara etimologi berarti qibla atau kiblat, kemudian diserap dalam bahasa Jepang dan pengucapannya menjadi "ji-bri" atau "ji-bu-ri". Teori di balik nama itu sebenarnya adalah studio yang meniupkan angin baru dalam industri animasi.

Studio hebat ini didirikan serta dipimpin oleh maestro Story Art dan Sutradara Animasi hebat yaitu Hayao Miyazaki bersama rekannya Isao Takahata. Pada Agustus 1996, Studio Ghibli resmi bekerja sama dengan The Walt Disney Company, yaitu memberikan hak eksklusif kepada Disney untuk menjadi distributor animasi Studio Ghibli secara Internasional. Meskipun demikian Studio Ghibili sangat terkenal dengan peraturan “no edit” dan “no cuts” yang mereka terapkan tanpa kompromi. Hal ini dilakukan karena Studio Ghibli tidak ingin mengorbankan konten dan nilai yang mereka ingin sampaikan hanya supaya karya-karya mereka lebih diterima oleh pasar internasional. Namun pada kenyataannya Ghibli mampu membuktikan bahwa film-film animasi garapan mereka dapat diterima oleh masyarakat dunia, sebut saja film Spirited Away (Sen to Chihiro no Kamikakushi,2001) yang telah berhasil memenangkan Academy Award untuk kategori Best Animated Feature pada tahun 2002. Selain itu Masterpiece lainnya seperti Kiki's Delivery, Ponyo, Mononoke Hime dan masih banyak lainnya juga tidak kalah populer dan berkualitas.



Nama besar Hayao Miyazaki memang sangat mendominasi karya-karya Studio Ghibli. Namun jika kita mau melihat dengan lebih cermat maka Ghibli juga didukung oleh nama-nama lain yang juga tidak kalah hebatnya. Sebut saja Isao Takahata yang merupakan sutradara dan screenwriter dari film terkenal berjudul Grave Of The Fireflies. Kita yang telah melihat film ini pasti masih ingat dengan jelas bagaimana kita dibuat tersentuh dan menangis tersedu-sedui*siah.. tp emg bagus*. Film yang menggambarkan bagaimana perjuangan kedua kakak beradik, paska perang dunia kedua ini, membuat kita tersentuh sekaligus merasakan kemarahan yang sangat akan sejarah mengerikan yang telah kita ciptakan sendiri. Film yang sarat dengan pesan “anti perang” ini bahkan telah dibuat dua versi live action. 

Selain itu nama composer Joe Hisaishi juga tidak boleh kita lupakan begitu saja. Penah mendengar lagu “Sanpo” , lagu pembuka dari My Neighbor Totoro (Tonari no Totoro) yang dinyayikan dengan ceria oleh Azumi Inoue? Atau Main Theme Song Totoro sendiri? Siapa yang tidak akan menjadi gembira setelah mendengarkannya? Joe Hisaishi telah berhasil menciptakan musik-musik manis yang membuat kita marasa menjadi anak-anak kembali dan teringat akan masa-masa yang telah lalu. Ketika mendengarkannya,tiba-tiba kita seperti memiliki sepasang sayap yang siap membawa kita terbang menembus awan dan mencapai impian-impian kita. Sentuhan magical inilah yang memperlengkapi dan memberikan kekuatan bagi Studio Ghibli untuk menyampaikan setiap pesan berharga dalam tiap film animasinya.

My Neighbor Totoro


Film-film dari Studio Ghibli selalu menjadi pilihan yang tepat buat kalian untuk sejenak melepaskan penat dari kehidupan yang telah menjadi terlalu “terburu-buru” ini. Kadang kita rindu akan hari-hari di mana dunia masih berjalan dengan lebih lambat, di mana percakapan pribadi masih dihargai,di mana internet dan smartphone belum menjadi “kekasih” yang senantiasa kita banggakan dan waktu-waktu seperti melihat langit sore dan matahari terbenam di sore hari, menjadi momen mewah yang terlalu berharga untuk dilewatkan. Ke manakah generasi kita sedang berjalan maju? Pertumbuhan ekonomi bisa menjadi semakin baik, defisit anggaran pemerintah mungkin dapat diatasi, kaum kelas menengah dapat terus meningkat,dan kemajuan teknologi pun bisa membuat kehidupan menjadi lebih mudah. Tetapi apakah kita yakin, bahwa kita tidak sedang bermetamorfosis menjadi komunitas yang penuh kesombongan dan konsumtif bahkan hedonis? Berapa banyak anak-anak muda yang mendefinisikan diri mereka dari barang-barang atau penampilan fisik? Atau kaum yang lebih dewasa, pada uang dan jabatan?

Ni no Kuni


Studio Ghibli senantiasa mengangkat tema kemanusiaan dari perspektif yang lebih sederhana namun penuh isyarat akan makna. Ghibli terkesan selalu berusaha mengingatkan generasi modern kita akan arti menjadi seorang manusia yang sebenarnya,yang saling mencintai dan seperti bangsa kita, Indonesia yang 'dahulu' selalu mengedepankan moral tata krama.

Dunia pasti dan akan terus berubah, tetapi kita tidak boleh melupakan bagaimana hati manusia saling menjalin satu dengan yang lain.


sumber :
-http://en.wikipedia.org/wiki/Studio_Ghibli
-http://blog.ngomik.com/news/studio-ghibli-suatu-jejak-awan-pesawat-cinta/
-http://alualuna.files.wordpress.com/2014/02/ghibli-posters.jpg
-google image

Adobe Photoshop CS5 - Extended Edition

By : Hilman Ahdi Bhaskara



Nah, belajar desain kalo nggk pernah nyoba photoshop atau sotoshop rasanya kurang pas. Kali ini mau bagi - bagi Photoshop CS5 yang "Extended Edition" dan serial numbernya. Photoshop itu sendiri sebenernya program pengolah grafis dari Adobe yang memang punya kualitas dibidangnya. Dibandingkan denga Corel Draw, sotoshop ini lebih praktis digunakan. 



System requirements

Windows

  • Intel® Pentium® 4 or AMD Athlon® 64 processor
  • Microsoft® Windows® XP with Service Pack 3; Windows Vista® Home Premium, Business, Ultimate, or Enterprise with Service Pack 1 (Service Pack 2 recommended); or Windows 7
  • 1GB of RAM
  • 1GB of available hard-disk space for installation; additional free space required during installation (cannot install on removable flash storage devices)
  • 1024x768 display (1280x800 recommended) with qualified hardware-accelerated OpenGL graphics card, 16-bit color, and 256MB of VRAM
  • Some GPU-accelerated features require graphics support for Shader Model 3.0 and OpenGL 2.0
  • DVD-ROM drive
  • QuickTime 7.6.2 software required for multimedia features
  • Broadband Internet connection required for online services and to validate Subscription Edition (if applicable) on an ongoing basis*

 


Mac OS


  • Multicore Intel processor
  • Mac OS X v10.5.8 or v10.6
  • 1GB of RAM
  • 2GB of available hard-disk space for installation; additional free space required during installation (cannot install on a volume that uses a case-sensitive file system or on removable flash storage devices)
  • 1024x768 display (1280x800 recommended) with qualified hardware-accelerated OpenGL graphics card, 16-bit color, and 256MB of VRAM
  • Some GPU-accelerated features require graphics support for Shader Model 3.0 and OpenGL 2.0
  • DVD-ROM drive
  • QuickTime 7.6.2 software required for multimedia features
  • Broadband Internet connection required for online services and to validate Subscription Edition (if applicable) on an ongoing basis
Total Size : 1,66 GB
 Dan berikut serial numbernya :
 1330-1270-2109-5153-8837-9231  1330-1953-8438-8500-7117-3533  1330-1158-3088-0438-6574-0867  1330-1361-6670-4304-7886-6688  1330-1241-0674-5648-4729-1904  1330-1397-1014-7571-2817-1355  1330-1250-9206-4495-3796-9368  1330-1331-8999-1502-9478-2917  1330-1281-8916-6015-7348-5124  1325-1558-5864-4422-1094-1126  1325-1958-5864-4422-1094-1178  1330-1615-1663-0498-6205-1791  1330-1953-8438-8500-7117-3533  1330-1158-3088-0438-6574-0867  1330-1229-6975-5285-6957-5367  1330-1979-8805-1771-3236-6920  1330-1412-8335-5009-5945-5806  1330-1273-0645-3090-0296-3987  1330-1707-7604-4076-3330-1320  1330-1126-8389-5347-7026-1516  1330-1438-4657-0503-2409-9339  1330-1178-1469-1838-5933-3301  1330-1892-3397-6011-5572-9542  1330-1839-2965-7190-2921-7032  1330-1634-5298-7483-7429-2348  1330-1182-4704-3825-8468-6637  1330-1239-8564-2010-9537-5618  1330-1327-3782-7399-1623-8098  1330-1517-3781-6362-7596-5660  1330-1784-8793-4389-9013-7031  1330-1634-1083-3217-5769-6738  1330-1230-2480-2284-9907-7831  1330-1985-9548-0538-9132-8266 

- Copyright © Break The Case - @ahdibhaskara - Powered by Blogger -